Universitas Kristen Indonesia

Menjadi universitas unggulan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat yang antisipatif dalam era globalisasi berdasarkan nilai-nilai kristiani

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita

Kalender

27 June 2017
MgSnSlRbKmJmSb
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Universitas Kristen Indonesia melalui Puskrenov FT UKI bekerja sama dengan Wadhwani Foundation, sebuah yayasan yang didirikan pada tahun 2000 oleh Dr. Romesh Wadhwani, Pengusaha terkaya asal India, untuk mengadakan workshop dengan tema “Ideation and Opportunity Evaluation for Aspiring Entrepreneurs And Student Entrepreneurs” pada Jumat (29/4), bertempat di Ruang Video Conference Lantai 2 Kampus UKI Cawang. Misi utama Yayasan ini adalah mendorong percepatan ekonomi di negara berkembang dengan pengembangan keterampilan dan penciptaan lapangan kerja.

Narasumber utama workshop ini adalah pengusaha muda berusia 26 tahun, seorang inovator kapal pelat datar bernama Sanlaruska Fathernas.

Acara diawali dengan doa pembuka dan sambutan sekaligus pengarahan dari Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan, S.H., “Jangan takut untuk memulai sesuatu. Ketakutan untuk gagal akan menghalangi kita untuk maju. Saya ingin memberikan semangat bagi anda, selesaikan kuliah anda, tetapi jangan bergantung pada yang telah disediakan pemerintah dan bisnis besar. Masa depan terbuka kalau anda memiliki ketekunan dan keberanian,” ujar Rektor.

Sanlaruska dalam presentasinya menceritakan terlebih dahulu awal mula perjuangan ia dan beberapa temannya untuk berbisnis sejak masa kuliah di Fakultas Teknik Universitas Indonesia jurusan Teknik Perkalapan. Ia bersama teman-temannya mengembangkan bisnis Kapal Pelat Datar. Menurut Sanlaruska jika ingin sukses berbisnis kita jangan tergantung dengan modal atau ‘budget driven’, jangan menyalahkan orang lain, kalau kita gagal salahkan diri sendiri dan tetap mencoba.

Sanlaruska memberikan beberapa tips untuk menjadi entrepreneur muda sepertinya, yaitu focus, innovation, relationship, dan attitude.

Setelah mendengarkan seminar singkat dari Sanlaruska Fathernas, acara dilanjutkan dengan workshop yang difasilitatori oleh Millian Ikhsan dari (Wadhawani Foundation) dan Promotor CBC FT UKI : Susilo, S.Kom., MT . Millian menjelaskan sedikit tentang latar belakang Wadhwani dan memberikan motivasi kepada peserta bahwa menurut survey orang-orang yang memiliki mental entrepreneur kariernya lebih bagus.

Pada acara workshop para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mencari ide-ide bisnis yang aneh dan konyol dan menyampaikan gagasan-gagasannya tersebut. Suasana terasa sangat menyenangkan.

Dekan Fakultas Teknik UKI, Ir. Galuh Widati, M.Sc., menyambut baik kegiatan tersebut.

“Betapa menariknya kita memulai bisnis kecil-kecilan menjadi besar-besaran. Sekarang (entrepreneurship) sedang digalakkan oleh pemerintah dan akan dimasukkan ke dalam kurikulum,” ucap Ibu Galuh

Login




Search



Pengunjung


Total Pengunjung:309262
Hari ini:16
Total Hit:1969205

Link